Masih ingatlah aku pada awal oktober itu sebelum tanggal delapan saat perjanjian ditanda tangani. Malam hari pra-pencarian kamu mengajakku untuk pergi. Ya, tentunya pergi esok harinya.
Keesekoan harinya, tepat siang hari, aku menunggumu di salah satu restoran cepat saji ternama di Duren Sawit. Bersama motor kuning, cibie bee milikmu kita pergi menuju kawasan Mangga Dua, Jakarta.
Sejujurnya selama perjalanan aku merasa terharu dan bangga. Akhirnya tahap berikutnya dimulai. Padahal, aku sempat berencana untuk kembali ke jatinangor pada hari di mana kita pergi. Aku membatalkannya dan memilih pergi bersamamu.
Oh.. Siang yang terik kita lewati dan padatnya lalu lintas kamu libas. Perjalanan terasa begitu panjang karena teriknya matahari, suasana gersang, dan udara panas. Bahkan, keringat tak terelakkan bercucuran dari tubuh kita.
Ingatkah pula kamu? Hari sebelum hari itu kamu tidak dapat tidur dengan nyenyak. Bahkan, beberapa hari lamanya kamu tak bisa tidur pulas. "Kepikiran beli mobil," ucapmu waktu itu.
Sontak saja dengan rasa ketidaksabaran dan uang yang sudah kamu siapkan dikocekmu membawa kita. Ya, kita sampai di WTC Mangga Dua dengan kelelahan akibat kepanasan dan perjalanan cukup panjang. Tapi, semangat membawa kita langsung mengelilingi sudut tiap sudut.
Berkeliling satu demi satu memperhatikan medium saloon lawas yang "tak lawas" di sekitar. Mulai dari produk keluaran Chevrolet, Honda, Toyota, sampai Suzuki.
Kilas balik beberapa hari sebelumnya. Pada minggu tanggal empat, sebenarnya kita telah melakukan 'hunting'. Bahkan, sempat terkesima dengan Suzuki Baleno Hijau di depan TK Al-Azhar dan Chevrolet Optra di depan DD. Karena harga tak sesuai, hari di mana kita menjelajahi WTC Mangga Dua pun harus terjadi.
Ragam pilihan yang ditawarkan pusat mobil bekas itu lebih banyak. Dan, harga-harga mereka juga lebih miring. Ragam merk yang kita temui memang sempat membingungkan. Namun akhirnya, pilihan jatuh pada produk keluaran Suzuki. Ya, Suzuki Baleno warna biru kamu jadikan kepunyaanmu. Lahirlah biji. Si biru yang gagah walau lawas yang "tak lawas".
Terima kasih sayang. Alhamdulillah, Allah memberi jalan. Ini menjadi kado terbaik untukku pada umur 22 tahun. Semangat masku untuk menjadikan ini milik seutuhnya :)